Dirtek Benarkan Debit Air Lekopancing Turun, BBWS Pompengan Izinkan PDAM Pakai Air Baku Sungai Tallo

33

Makassar, Berita-Kita | Musim kemarau akan segera tiba. Ini ditandai dengan cuaca panas sudah mulai terasa di waktu siang dan malam.

Ditambah hujan yang sudah tidak turun lagi selama beberapa pekan terakhir.

Kondisi ini tentunya sangat mempengaruhi persediaan air yang ada di sumber air baku utama Perumda Air Minum Kota Makassar yang ada di Bendungan Lekopancing Maros.

Sebagaimana laporan dari pemantauan petugas penjaga saluran menyampaikan saat ini volume air di bendungan Lekopancing sudah menurun sampai 100 cm di bawah pelimpahan.

Asdar Ali selaku Direktur Tehnik Perumda Air Minum Kota Makassar membenarkan hal tersebut. Menurut Asdar menurunnya persediaan air ini tentunya sangat mempengaruhi produksi dan distribusi air kita khusus di Instalasi Panaikang dan Instalasi Antang yang mana sumber air bakunya dari Lekopancing.

See also  Dirtek Bersama Dewas PDAM Makassar Tinjau IPA III Antang

“Dampaknya tentu ke pelanggan didaerah Utara dan Timur Kota yang jumlahnya +/- 60 ribuan, kalau kekurangan itu pasti karena debitnya menurun,” ujarnya.

Untungnya, kata Asdar, pihak Balai Besar BBWS Pompengan Jeneberang sebagai penanggungjawab aliran sungai, memberikan bantuan dengan mengizinkan PDAM mengambil air baku di sungai Tallo yang ada Daerah Moncongloe.

“Tentunya ini hal yang luar biasa karena sangat membantu kita untuk menambah air baku untuk kita produksi dan akan disalurkan ke Masyarakat,” ucap Asdar.

Sementara itu soal adanya miss informasi tentang pelarangan mengambil air baku disungai Tallo adalah miss komunikasi dimana sebelumnya dikatakan ada pelarangan mengambil air di sungai, tapi yang sebenarnya tidak ada, baik itu lisan maupun tulisan yang disampaikan resmi dari pihak balai.

See also  PDAM Makassar Gelar In House Training “Best Practice” Pengelolaan SPAM

“Tidak ada itu pelarangan, mungkin mis informasi saja, buktinya kita saat ini sudah akan menurunkan pompa di sisi Jembatan Moncongloe untuk mengambil air baku sebagai tambahan air untuk diproduksi,” jelas Asdar.

Seiring dengan itu, Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Beni Iskandar menyampaikan bahwa sebenarnya ini soal kewenangan karena daerah aliran sungai di bawah kendali BBWS Pompengan Jeneberang.

“Jadi memang harus ada izin dari sana untuk pengambilan air baku di sungai Tallo Moncongloe. Soal pelarangan, saya kira memang ada miss informasi yang kami terima. Jadi sebenarnya bukan larangan tapi kami masih diberi izin asalkan pengurusan SIPA yang prosesnya sementara berjalan untuk diselesaikan sebagai salah satu persyaratan,” jelas Beni, Senin (22/08/2022).

See also  PDAM Makassar Gelar In House Training “Best Practice” Pengelolaan SPAM

Yang jelas intinya, semua berpikir untuk kemaslahatan masyarakat karena apabila kemarau berkepanjangan maka tentunya pelayanan akan sangat terganggu.

Informasi yang diterima dari pihak BBWS Pompengan Jeneberang, Muhammad Firdaus, ST. M.SP., yang juga sebagai Sub. Koordinator Pelaksanaan Operasi dan Pemeliharaan SDA BBWS Pompengan Jeneberang mengatakan, pada dasarnya yang paling utama adalah bagaimana pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat khususnya air bersih.

“Jadi kita tetap akan persuasif selama PDAM, silahkan saja ambil air disungai Tallo untuk tambahan Air Baku menjelang Musim Kemarau, tapi tetap mengupayakan untuk menyelesaikan pengurusan SIPA agar tidak ada masalah di kemudian hari,” tutupnya. (**)