spot_imgspot_img
29.7 C
Makassar
spot_imgspot_img
BerandaSAPMA PP Cokroaminoto Maros Kritik Pidato Kenegaraan Jokowi Lewat Dialog

SAPMA PP Cokroaminoto Maros Kritik Pidato Kenegaraan Jokowi Lewat Dialog

Maros, Berita-Kita | Bulan kemerdekaan masih sangat terasa. Setiap tanggal 16 Agustus Majelis Permusyarawatan Rakyat (MPR) Republik Indonesia mengadakan sidang tahunan sehari sebelum hari kemerdekaan.

Negara melaporkan hasil kerjanya melalui pidato kenegaraan. Beberapa jam berjalanan tak ada yang membahas korupsi, HAM, dan krisis Iklim.
Menanggapi itu, Ketua SAPMA Kom. Cokroaminoto Haikal Rizal Anwar akhirnya melakukan konsolidasi evaluasi melalui dialog. Dialog itu bermaksud untuk mengkaji pidato kenegaraan Jokowi.

READ  Tindak Lanjuti SE Walikota, Beni Iskandar Sosialisasikan Ojol ke Karyawan PDAM Makassar

“kami mencoba berdialog melakukan evaluasi kepada Jokowi” Kata Haikal

Sementara itu, Narasumber Muh Nur Adnan mengatakan bahwa pidato kenegaraan Jokowi cacat dan tidak menyinggung isu strategis termasuk korupsi,HAM, dan Krisis Iklim.

Menurut Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Hasanuddin itu bahwa sesungguhnya kasus korupsi adalah persoalan yang sangat lama terjadi di negeri kita.

“Pelemahan KPK adalah buktinya, bahwa pemerintah tidak serius urus korupsi” Kata Adnan

READ  Tindak Lanjuti SE Walikota, Beni Iskandar Sosialisasikan Ojol ke Karyawan PDAM Makassar

Sementara itu Ketua SAPMA PP Maros bidang Penelitian dan Pengembangan Ahmad Miftahul Karamah mengatakan bahwa setahun ini juga pemerintah tidak menuntas kasus HAM. Belum lagi kekerasan aparat di beberapa daerah pada saat agenda demontrasi dalam aksi protes omnibuslaw dan pelemahan KPK

“termasuk Kasus HAM di masa lalu, belum juga diberikan keterangan” Ujar Mifta

READ  Tindak Lanjuti SE Walikota, Beni Iskandar Sosialisasikan Ojol ke Karyawan PDAM Makassar

Miftah juga mengatakan bahwa Presiden Jokowi tidak menyinggung sama sekali soal Krisis iklim. Menurut Miftah krisis iklim adalah isu strategis.

“banyak tragedi dampak krisis iklim, termasuk penggunaan gas emisi” ujar Mifta

Menurut Miftah sebaiknya negara sudah harus berpikir untuk menyelesaikan krisis iklim yang terjadi dengan cara melakukan pemulihan iklim.

“perbanyak saja tanam pohon, jangan di tebang dengan liar bahkan untuk keperluan tambang dan alih fungsi lahan” Tutup Mifta. (**)

spot_imgspot_img

latest articles

explore more