Gowa, Berita-Kita | Menindaklanjuti hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Gowa beberapa waktu lalu, Lsm Lemkira menghadiri pertemuan awal terkait pembahasan penyelesaian sengketa tanah Eks Hombes Destamar Yon 726 di rumah Dg. Sijaya, Minggu (17/10/2021).

Tindak lanjut pertemuan ini membahas terkait perlunya aparat desa setempat yakni desa Panyangkalan untuk membuatkan surat tugas kepada pendamping kepada para pendamping masing-masing ahli waris yang akan memberikan kuasa kepada Lima perwakilan kuasa yang telah disepakati dalam Rapat Dengar Pendapat di DPRD Kabupaten Gowa beberapa waktu lalu.

Dalam Pertemuan tersebut diceritakan kronologi lahan tersebut berawal dari tahun 1966 dimana warga setempat meminjamkan kepada Destamar Yon 726 lahan warga seluas kurang lebih 120 Hektar sebagai Home Base Destamar Yon 726 dan itu dalah tanah adat masyarakat Panyangkalan waktu itu, dimana dulu desa itu bernama Desa Bontoala, lalu berganti nama mernjadi Desa Maccini Ayo dan terakhir menjadi Desa Panyangkalan, selanjutnya pada tahun 1981 Home Base Destamar Yon 726 dipindahkan ke daerah Bulu doang kecamatan Bangkala kabupaten Jeneponto.

See also  Ir. H. Imran Jauzi, M.Pd Pimpin Rapat Perdana TPLD Sulsel

Pada tahun 1990 an masyarakat atau para ahli waris menuntut haknya atas lahan tersebut,sebab para purnawirawan masih tetap menempati lahannya, bahkan sampai anak dan cucunya pun tetap mengelola dan membangun rumah diatas lahan warga.

Warga sempat melakukan Orasi ke Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan yang mana pada saat itu Gubernur dijabat oleh Ahmad Lamo, saat orasi tersebut Ahmad Lamo menerima 11 Perwakilan rakyat yang mana dari ke 11 perwakilan ini dijadikan Tim 11 guna membantu para ahli waris menuntut haknya, namun Tim 11 ini tidak menemukan titik kesepakatan dengan para Purnawirawan yang menempati lahan tersebut hingga saat ini.

Atas inisiatif Syaripuddin Dg. Nakku meminta kepada Lsm Lemkira guna membantu pendampingan dalam melakukan mediasi antara ahli waris dengan para pihak yang menempati lahan itu.

See also  Kakanwil Kemenkumham Sulsel Apresiasi Vaksinasi WBP di Rutan Selayar

Lemkira bersama tim Kuasa Hukumnya (Andi Pangerang, SH) melakukan investigasi dan konfirmasi ke Dandim Gowa, Aslop Kodam XIV Hasanuddin hingga didapatkan fakta bahwa eks lokasi Destamar Yon 726 itu tidak ada dalam aset Kodam.

Turt hadir dalam pertemuan awal itu, 2 Mantan Kepala Desa yakni Wahyudin Arsyad dan Tajuddin Dg.Naro, S.Ip, M.Si, Kuasa Hukum, Andi Pangerang, SH dan 18 orang dari para ahli waris dari 41 pemberi kuasa. (rr)