Klarifikasi HMI Makassar Timur dan KAHMI “Minta Jatah”

0
601

Makassar, Berita-Kita | Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar Timur (Maktim) angkat bicara terkait tudingan terhadap dirinya beserta Korps Alumni HMI (Kahmi), yang diduga mengunjungi Gubernur Sulsel dan ‘minta jatah’ untuk anggaran pengadaan Sekretariat 2,3 Miliar. Ia mengatakan, itu sangat berlebihan.

Melalui wawancara via telepon kepada Wartawan Berita-kita, Ketum HMI Katim Ardianysah menjelaskan, maksud kedatangannya adalah untuk memenuhi balasan surat audiens yang telah dilayangkan sejak bulan September.

Sebelumnya, Ardiansyah telah dijadwalkan bertemu dengan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah pada 01 Oktober lalu. Namun, karena NA memiliki urusan penting dan harus bertolak ke Tana Toraja, jadwal pertemuan kemudian diundur ke tanggal 04 Oktober.

“Jadi memang sama sekali tidak ada hubugannya dengan gerakan menolak Omnibus Law apalagi memanfaatkan sistuasi, kami hanya memenuhi jadwal audiensi, jadi berita yang bersileweran itu tidak benar,” tegasnya, Rabu (14/10/2020).

Ardiansyah pun heran, darimana asal anggaran 2,3 M tersebut. Sedangkan dirinya dan Kahmi tidak membawa proposal. Ia mengakui Sekretariat HMI Maktim telah ada berkat bantuan dari cabang lainnya. Adapun maksud kedatangannya adalah mengundang NA untuk meresmikan secara langsung Sekretariat HMI Maktim.

READ  Pencanangan Tes Swab di Puncak Peringatan HGN Sulsel 2020

“Kedatangan kami itu dengan harapan agar Pak Gubernur bisa memimpin peresmian Sekretariat HMI Maktim.” Ungkapnya.

Di samping isu miring ‘minta jatah’, Ia turut menegaskan pihaknya tetap mendukung penuh aksi penolakan RUU Omnibus Law dan tetap mengawal kasus yang menjadi polemik di tengah masyarakat.

“Kami akan tetap mengawal dan menolak keras RUU OmnibusLaw. HMI Maktim sama sekali tidak ada niatan mencederai perjuangan kawan – kawan,” tegasnya.

Menanggapi banyaknya kecaman baik dari kubu internal maupun eksternal, Ardiansyah memaklumi, ia beranggapan publik masih belum tahu bagaimana kejadian dan kronologi sebernanya pada saat itu. Adapun kecaman yang datang dari kubu internal, dirinya mengaku akan mmbicarakannya secara kekeluargaan.

“Soal kecaman yang dilayangkan kepada kami, kami menganggap publik belum tahu sepenuhnya apa yang terjadi dan kami akan menyelesaikan hal ini secara internal bersama Cabang HMI lainnya, ini hanya persoalan komunikasi,” tutupnya. (*)