Beni Iskandar Klarifikasi Tudingan PDAM Makassar, Dalang Kerusakan Jalan di Antang

29

Makassar, Berita-Kita | Banyak keluhan dan komplain dari warga yang berdomisili di Jalan Antang Raya dekat Pasar Antang, dimana aktivitas warga dan pengguna jalan yang melalui sangat terganggu akibat adanya genangan air yang membuat laju kendaraan tersendat dan macet.

Pengaduan masyarakat yang diupload di linimasa beberapa grup sosial media diantaranya Facebook, Instagram dan WhatsApp yang menuding pihak PDAM Kota Makassar menjadi dalang dari rusaknya fasilitas jalan akibat adanya pipa induk yang bocor.

Mendengar informasi tersebut, Penjabat Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Beni Iskandar langsung memerintahkan jajarannya untuk segera mengecek ke lokasi dan berkoordinasi dengan warga setempat serta beberapa stakeholder.

See also  Wabub Jeneponto Terima Kunjungan Kakan Imigrasi Kelas I TPI Makassar

Beni dalam keterangannya menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam karena ini menyangkut kepentingan umum.

“Tabe masa saya mau diam saja kalau kejadian begini, seluruh petugas harus gerak cepat melakukan pemeriksaan di lapangan, “ucap Beni.

Selain memerintahkan petugasnya ke lokasi dan melakukan pengambilan sampel kualitas air yang tergenang, ternyata tumpahan air yang ada bukan air PDAM atau air bersih, melainkan air yang meluap karena adanya saluran drainase yang tersumbat sehingga airnya meluap ke jalan.

“Sebenarnya ini memang harus diperjelas supaya tidak ada lagi saling tuding karena ini menyangkut kredibilitas dan nama baik perusahaan kami. Nanti muncul lagi stigma kalau kinerja PDAM ini tidak maksimal karena hal seperti ini saja tidak bisa dibenahi,” ujarnya.

See also  Dandim 1615/Lotim Tinjau Pembangunan 30 Unit Rumah TMMD di Ekas Buana

Beni berharap dengan adanya hasil pemeriksaan sampel air ini dapat membuktikan bukan karena kebocoran pipa PDAM.

“Intinya ini adalah klarifikasi kami supaya informasinya jelas dan tidak bias. Sekaligus juga kami menyampaikan bahwa segala bentuk kerusakan pipa yang menimbulkan kerugian atau rusaknya fasilitas publik akan menjadi tanggung jawab kami sepenuhnya, “tutupnya. (**)