Makassar, Berita-Kita | Langkah LSM Perak untuk menyeret dugaan praktek kecurangan pada PPDB Online Sulsel dan Makassar 2021 ke ranah hukum berbuah banyak dukungan.

Dari hasil penelusuran di lapangan, Perak menemukan beberapa sampel dugaan kecurangan yang diantarnya terjadi di SMP Negeri 3 Makassar, SMA Negeri 17 Makassar, SMA Negeri 1 Makassar, SMA Negeri 5 Makassar dan SMK Negeri 5 Makassar serta masih beberapa sekolah lainnya yang masih dirahasiakan Perak.

Hasil temuan dari Perak yang dijadikan dasar pelaporan ke ranah hukum tersebut mendapat support dari berbagai elemen masyarakat, salah satunya dari Lembaga Swadaya Makassar Komunitas Peduli Lingkungan Ekonomi Sosial (L-KOMPLEKS).

Ruslan Rahman selaku Sekretaris Jendral L-Kompleks saat ditemui media menyampaikan support dan dukungan nya terhadap langkah cepat yang dilakukan Perak yang telah menjalankan fungsi kontrolnya untuk kepentingan masyarakat luas, utamanya para orang tua calon siswa yang merasa dicurangi.

“Kami support dan akan mem back up penuh langkah teman teman, dan yang utama kami tekankan jangan kendor dan jangan sampai masuk angin, sebab laporan ini bisa membuka pintu selebar lebarnya untuk penyelidikan kecurangan PPDB yang selama ini menurut saya terjadi secara sistematis dan masif yang dilakukan oknum oknum di dunia pendidikan Sulsel dan Makassar”, jelas Ruslan,  Jum’at (16/07/2021).

Sebelumnya pada proses pelaksanaan PPDB Online ini, L-Kompleks meminta masyarakat turut berperan melakukan pengawasan dan melaporkan jika ada temuan pelanggaran agar pendidikan di Sulsel semakin berkualitas.

“Kami juga memonitoring Proses PPDB yang berjalan bahkan bukan hanya tahun ini saja jadi, sikap Perak membawa dugaan culas pada PPDB bisa menjadi pemicu juga untuk teman teman yang lain jika ingin melaporkan temuannya, ya termasuk kami yang juga memiliki data valid soal kecurangan PPDB” tutup Ruslan. (aras)

See also  Tes PPPK Guru Hari Pertama di SMKN 10 Makassar Berjalan Lancar