Makassar, Berita-Kita | Youtube telah menjadi salah satu media baru dan favorit di kalangan masyarakat. Banyak konten creator yang menggunakan platform ini sebagai tempat untuk menuangkan ide dan kreativitas. Media baru memunculkan tren baru, begitu juga dengan Youtube.

Hal tersebut membuat youtube dijadikan sumber penghasilan bagi beberapa orang lewat konten-konten yang dapat menarik perhatian masyarakat pada umumnya, salah satunya konten prank yang menyajikan candaan lewat kejailan yang akan membuat terkejut dan terhibur tentunya.McQuail dalam teori komunikasi massa: media baru sebagai media telematik merupakan perangkat teknologi elektronik yang berbeda dengan penggunaan berbeda pula.

Sebagian konten creator, ada yang berhasil membuat prank yang menarik dan mendapat pujian dari nitizen akan tetapi tak sedikit pula membuat geram banyak kalangan lantaran prank yang berlebihan, yang terkini prank memberikan sembako namun di dalam kardusnya adalah sampah itu terjadi di tengah pandemi covid-19, tak elak menjadikan publik geger akan hal itu.Membuat masyarakat menilai itu sebuah tindakan yang mencerminkan etika yang tidak baik.

Sebenarnya juga diperlukan filter agar konten prank tersebut tidak melampaui batas kewajaran dan menurut Kepala Divisi Akses Informasi SAFEnet, Unggul Sagena, mengatakan pihak yang keberatan dengan konten prank bisa dilaporkan Undang-undang terkait dikarenakan korban prank bisa saja mendapat citra negatif di publik hingga dampak terparahnya kecelakaan bahkan kematian.

Dalam berbagai kasus yang ada maka dari itu perlu peran dari pengguna media sosial untuk meninggalkan komentar yang mengandung literasi dan knowledge, karena sebenarnya gurauan saja tapi jika dalam pengeksekusian prank sudah mengandung hal-hal yang berbau negatif perlu kita tindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Setiap orang  memiliki kebebasan untuk berkreasi,  membuat konten,  dan mengunggah ke media sosial mereka namun, dibutuhkan kepekaan nurani sangat dibutuhkan agar tetap tercipta situasi yang nyaman dalam masyarakat.

Oleh : Andi Nuzri Ramadhan (Mahasiswa Sosiologi Universitas Negeri Makassar)