Makassar, Berita-Kita | Kadis Sosial Kota Makassar, DR. H. Mukhtar Tahir, M.Pd belum lama ini mengundang LSM dan ormas guna melakukan klarifikasi issu miring terkait penyaluran dana bantuan sosial (bansos), hari Kamis (21/05/2020) di Hotel Claro Jl AP Pettarani.

Dalam pertemuan tersebut Kadis Sosial membeberkan secara blak-blakan dan menjelaskan seluruh bantuan yang turun ke masyarakat melalui Dinas Sosial beserta anggarannya, dimana dijelaskan bahwa anggaran dari APBN pusat seperti PKH, BLT dan BPNT, ada juga dari APBN Provinsi sebanyak 700 paket berupa barang dan dari APBD Kota sendiri sebanyak 60.000 paket sembako dengan total nilai 24 Milyar dan yang telah tersalurkan sekitar 51.000 paket hingga yang tersisa sebanyak 9.000 paket dengan anggaran per paket senilai Rp. 400.000,-.

See also  Tes PPPK Guru Hari Pertama di SMKN 10 Makassar Berjalan Lancar

Ruslan Rahman (Lsm Kompleks) yang dimintai tanggapan atas pertemuan dan penjelasan Kadis Sosial Kota Makassar terkait penjelasan mengenai anggaran dan jumlah paket sembako yang telah disalurkan dan akan disalurkan itu mengatakan bahwa pertemuan tersebut dinilainya sangat baik untuk menjelaskan kepada publik tentang banyaknya kritikan atas kinerja Dinas sosial selama ini. Sabtu (23/05/2020)

“Meski Penjelasan itu terlambat, tapi paling tidak Kadis Sosial sudah mau terbuka, apakah konten keterbukaan itu benar atau tidak itu lain soal,” ucap Ruslan.

Walau Ruslan setuju dengan keterbukaan yang dilakukan oleh Kadis Sosial itu, namun Ruslan tetap menyampaikan kritikannya terhadap Konten yang disampaikan pada pertemuan itu, dimana kadis sosial mengatakan bahwa jumlah sembako yang disalurkan sebanyak 60.000 paket, sementara pada revisi anggaran sembako beberapa waktu lalu pernyataan kadis sosial berbeda dengan pernyataan kali ini.

See also  Tes PPPK Guru Hari Pertama di SMKN 10 Makassar Berjalan Lancar

“Saya menduga ada penyesatan informasi yang dilakukan oleh kadis sosial ke teman-teman yang hadir dalam pertemuan itu, dimana beberapa waktu lalu kadis menjelaskan bahwa ada revisi anggaran paket sembako dari harga Rp. 620 ribu menjadi Rp. 4000 ribu dengan tujuan agar jumlah paket sembako dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang terdampak Covid-19, namun anehnya jumlah paket sembako sebelum dan sesudah revisi anggaran tetap sama jumlahnya,” ungkap Ruslan.

Menurut Ruslan seharusnya setelah revisi anggaran dari Rp. 620 ribu menjadi Rp. 400 ribu maka jumlah Paket Sembako mestinya bertambah (bukan lagi 60.000 paket) karena harga anggaran perpaket dikurangi, sehingga sebagian masyarakat yang terdampak Covid-19 yang akan mendapatkan sembako makin banyak, tapi kenyataannya paket sembako yang telah dan akan dibagikan hingga mendekati berakhirnya PSBB lanjutan ini tetap saja yakni 60.000 paket.

See also  Tes PPPK Guru Hari Pertama di SMKN 10 Makassar Berjalan Lancar

“Dugaan saya ada hal besar yang di tutupi oleh Kadis Sosial Makassar terkait anggaran sembako yang telah di revisi ini, dimana pada saat revisi anggaran diperkirakan paket yang didistribusikan baru sekitar 4 ribuan paket untuk yang bernilai Rp.620 ribu per paketnya, nah setelah revisi anggaran harga paket menjadi Rp. 400 ribu kan semestinya ada selisih anggaran sebesar Rp.220 ribu, sementara jumlah paket sembako yang telah dan masih akan dibagikan tetap sebanyak 60.000 paket, kemana Sisa Anggaran yang telah direvisi itu?,” tanya Ruslan. (**)