*Kronologi Pelecehan Terhadap Siswi di Lingkungan Sekolah*

Manado, Berita-Kita | Sebuah video pelecehan yang dilakukan beramai – ramai berdurasi 26 detik terhadap siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) viral di media sosial.

Menurut perbincangan netizen yang ramai di media sosial, diduga terjadi di wilayah Sulawesi Utara (Sulut) lantaran logatnya.

“Dari logatnya itu dari Bolaang Mongondow” Komentar Netizen.

Kepala Dinas Pendidikan melalui Kepala Bidang (Kabid) SMA aruthur Tumipa memberi konfirmasi akan menindaklanjuti dan menelusuri di setiap kepala-kepala cabang dinas.

“Kalau dibiarkan bisa berbahaya, jadi kalau sudah tahu dari sekolah dan siswanya, kami akan tindak lanjuti. Ini perbuatan yang sangat tidak terpuji. Dan jika terjadi trauma kepada korban, kami akan minta pendampingan dari profesional,” ujar Arthur

See also  TNI Satgas Pamtas Yonif 131/Brs Wujudkan Harapan Philip Untuk Operasi Katarak

“Kita akan menindaklanjuti dengan mengecek di setiap kepada-kepala cabang dinas, jadi kita ada empat cabang di Bolaang Mongondow, kita akan telusuri,” tutur Arthur saat dikonfirmasi, Senin (9/3/2020).

Arthur juga menambahkan kepsek di sekolah tersebut bisa kena sanksi karena dianggap gagal dalam hal pengawasan.

“Jadi kinerja kepsek akan dinilai. Hal seperti ini sudah sering diingatkan ketika musyawarah kepala-kepala sekolah terkait hal seperti itu,” tegasnya

Dalam video itu terlihat seorang siswi yang mengenakan seragam putih abu – abu dipegang kaki dan tangannya secara telentang oleh sejumlah orang. Kemudian bagian intim atasnya di remas – remas baik dari oknum perempuan dan laki – laki. Tak hanya sampai disitu, terlihat juga oknum laki – laki menyekap mulut siswi malang tersebut dengan jilbab yang semula dikenakan kemudian di tampar.

See also  TNI Satgas Pamtas Yonif 131/Brs Wujudkan Harapan Philip Untuk Operasi Katarak

Siswi tersebut pasrah karena sudah lengah dan tidak bisa melawan lagi hingga dilepaskan dan ditertawakan.

Melalui akun media sosialnya, Komnas Perempuan menaruh perhatian dan menyoroti kejadian itu .Komnas Perempuan meminta informasi lokasi video tersebut. (**)