Jakarta Beritakita.com I Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meluruskan narasi keliru yang gencar dimainkan mafia beras terkait isu kenaikan harga. Ia menegaskan, pemerintah tetap konsisten menjaga keseimbangan antara kepentingan petani dan konsumen dengan mempertahankan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) serta Harga Eceran Tertinggi (HET).
Belakangan, mafia beras mencoba menggiring opini seolah-olah Mentan tak peduli pada kenaikan harga beras dengan membandingkan harga di Indonesia dan Jepang. Narasi tersebut, kata Amran, sengaja dibuat untuk melemahkan kepercayaan publik terhadap kebijakan pemerintah di sektor pangan.
“Faktanya, harga beras di Indonesia sangat sensitif. Kenaikan sedikit saja bisa memicu kegaduhan. Karena itu, HPP dan HET harus dipertahankan. HPP untuk melindungi petani, sementara HET menjaga daya beli konsumen,” tegas Mentan Amran dalam video klarifikasinya.
Ia juga menekankan bahwa pemerintah tidak pernah abai dalam menjaga stabilitas harga pangan. Justru, langkah-langkah yang diambil adalah upaya konkret untuk mencegah permainan curang mafia pangan yang merugikan rakyat.
“Petani harus untung, rakyat harus tetap bisa membeli beras dengan harga terjangkau. Itu prinsip utama yang kami jaga,” ujarnya.
Amran menambahkan, mafia beras sering kali memainkan isu untuk memecah konsentrasi pemerintah. Namun, dirinya memastikan akan tetap konsisten membela kepentingan petani dan masyarakat luas.




