Makassar, Berita-Kita | Bola panas kembali bergulir yang nampaknya akan menghantam Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah terkait proyek Renovasi Stadion Mattoanging.

Proyek Renovasi Stadion Mattoanging yang diwacanakan sejak Nurdin Abdullah melempar postingannya melalui akun instagramnya tahun 2019 lalu.

Dimana pada postingan tersebut Nurdin Abdullah menuliskan: Renovasi Stadion Mattoanging di design oleh @yoriantar yang insyaa Allah akan dimulai tahun 2020.

Bola panas itu mulai setelah muncul pada laman LPSE terkait pelelangan Penyusunan DED Stadion Mattoangin dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp. 27.876.015.000,00.

Lembaga Komunitas Anti Korupsi (L-KONTAK) yang intens mengawal proyek yang ada di sulsel ini angkat bicara terkait tindakan Gubernur Sulsel yang dianggap telah melakukan pembohongan publik, dimana sebelum proyek ditenderkan (Penyusunan DED Stadion Mattoangin) telah diumumkan siapa yang mendesignnya.

Ketua Umum DPP L-KONTAK, Tony Iswandi menyoroti gaya komunikasi Bapak Gubernur Sulawesi Selatan yang dapat berdampak pada pembohongan publik terkait pelaksanaan Perencanaan (DED) Stadion Mattoangin Makassar. Dimana sebelumnya pada tahun 2019 melalui beberapa media dan Instagram bapak Nurdin Abdullah mengatakan bahwa saudara Yori Antar Awal yang akan melaksanakan DED Rehabilitasi Stadion Matoanging Makassar sementara disisi lain pada Bulan Juni Tahun 2020 diadakan kompetisi melalui pelelangan DED dan sampai sekarang masih berlangsung, Sabtu (15/08/2020).

“Mestinya, jika saudara Yori Antar Awal yang akan melaksanakan kegiatan tersebut sebaiknya Pak Gubernur tidak mengadakan Kompetisi yang namanya Lelang,” ucap Tony

“Saya juga dapat berspekulasi, jika kedua perusahaan yang sekarang masih berkompetisi yakni PT. Arkonin dan PT. Biro Arsitek Sangkuriang diduga adalah bawaan saudara Yori Antar Awal,” ucapnya

“Pelelangan yang masih berlangsung ini, saya duga hanya formalitas untuk menggenapi statmen Gubernur Sulsel sebelumnya bahwa saudara Yori Antar Awal yang akan melaksanakan DED Rehabilitasi Stadion Matoanging. Kita lihat saja perkembangannya kedepan seperti apa,” tutup Tony. (Tim)