Makassar, Berita-Kita | Permasalahan proses penerimaan peserta didik baru atau PPDB Online untuk tingkat SD dan SMP Kota Makassar 2021 terus menuai polemik, Kamis (25/06/2021).
Berbagai macam persoalan di keluhkan orang tua calon siswa pada saat pendaftaran, diantaranya penentuan titik koordinat, masa cetak Kartu Keluarga (KK) dan masalah akun.
Alhasil dari permasalahan yang di hadapi orang tua calon siswa, berbondong bondong mendatangi kantor Dinas Pendidikan Kota Makassar untuk kejelasan status pendaftaran anak anak mereka.
Menanggapi keadaan tersebut Sekretaris Jendral Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Peduli Lingkungan Ekonomi Sosial (L-Kompleks) menyoroti kinerja dari Dinas Pendidikan Kota Makassar selaku instansi yang harus bertanggung jawab.
Ruslan Rahman mengungkapkan bahwa Panitia PPDB 2021 Disdik Kota Makassar sebagai pelaksana kegiatan dan Dinas Infokom sebagai Penyedia layanan server untuk PPDB 2021 tingkat Kota Makassar harus bertanggungjawab, dimana menurut Ruslan kejadian ini seharusnya tidak lagi terjadi tahun ini karena tahun lalu sudah pernah terjadi hal serupa, sehingga harusnya hal ini tidak terjadi lagi.
“Kejadian hari ini sebenarnya sudah terjadi pada PPDB tahun lalu, tapi kenapa tahun ini masih saja mengulang kejadian yang sama, ini menandakan Dinas Pendidikan Kota Makassar dan Dinas Infokom tidak becus melaksanakan kegiatan PPDB 2021” ungkap Ruslan.
Ruslan lanjut mengungkapkan, ada apa Disdik Kota Makassar tetap mempergunakan/mempertahankan menggunakan Aplikasi PPDB Pusdatim yang faktanya aplikasi tersebut tahun lalu jelas jelas banyak masalah dengan problem yang sama, namun Disdik Kota Makassar masih ngotot untuk menggunakannya kembali tahun ini ?
“Ada apa disdik kota makassar ngotot untuk tetap menggunakan Aplikasi PPDB Pusdatim yang dikelola Dinas Infokom, sementara Aplikasi PPDB tersebut tahun lalu penuh dengan masalah ?” ungkap Ruslan.
Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Nielma Palamba dan Panitia PPDB 2021` Disdik Kota Makassar, Dr. Syarifuddin tidak menanggapi saat dihubungi wartawan. (**)




