spot_imgspot_img
33 C
Makassar
spot_imgspot_img
BerandaPendidikanDi Hadapan CGP Selayar, Sekdisdik Andi Ibrahim Sampaikan Tidak Boleh Lagi Ada...

Di Hadapan CGP Selayar, Sekdisdik Andi Ibrahim Sampaikan Tidak Boleh Lagi Ada Siswa Tinggal Kelas

Selayar, Berita-Kita  | Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Sulsel melaksanakan Lokakarya 3 bagi 56 calon guru penggerak (CGP), TK, SD, SMP, SMA, SMK dan SLB yang dilaksanakan di SMKN 1 Selayar, Jalan Pahlawan No 3, Benteng Utara, Kec Benteng, Kab Kepulauan Selayar, Sabtu (13/07/2024).

Turut hadir dalam Lokakarya 3 ini, Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdisdik) Sulsel Dr Andi Ibrahim, S.Pd, M.Pd, Kepala Cabang Dinas (Kacabdisdik) Wilayah VI Selayar Usman, SPd, MPd, Kepala Bidang (Kabid) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kab Selayar Iskandar, S.Pd, M.Pd, dan beberapa perwakilan dari BBGP Sulsel.

READ  Siswa Makassar-Soppeng Wakili Sulsel di Ajang Pemilihan Duta SMA Tk. Nasional 2024

Sekdisdik A Ibrahim mengakui, kalau awal kehadiran kehadiran guru penggerak sangat terasa kurangnya daya dukung dari pemerintah setempat, namun saat ini mulai nampak dan terasa daya dukung dari pemerintah daerah.

“Seiring dengan berjalannya waktu, guru penggerak sekarang ini ‘nilai jualnya’ sudah mulai istimewa di ‘mata’ pemerintah daerah. Karena selain bisa menjadi kepala sekolah (Kepsek), juga bisa menjadi pengawas sekolah,” ungkap A Ibrahim yang saat ini masih menjadi Tim Teknis Guru Penggerak Sulsel ini.

READ  Iqbal Nadjamuddin Secara Resmi Membuka O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

A Ibrahim berharap kepada para guru penggerak, agar dalam melaksanakan proses belajar mengajar menciptakan pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa. Gunakan model pembelajaran berdiferensiasi.

Pembelajaran berdiferensiasi, kata Andi Ibrahim, memakai teknik instruksional yang berbagai metode pengajaran untuk memenuhi kebutuhan individual setiap siswa sesuai kebutuhan mereka.

Kebutuhan itu, dapat berupa pengetahuan yang ada, gaya belajar, minat dan pemahaman terhadap mata pelajaran. Pada dasarnya, model pembelajaran inu memungkinkan setiap guru bertemu dan berinteraksi dengan siswa pada tingkat yang sebanding dengan tingkat pengetahuan mereka, dan selanjutnya menyiapkan preferensi belajar mereka (siswa).

READ  Basarnas Temukan dua Korban Tenggelam Di Permandian Air Terjun Jami Tompo Bulu Maros

A Ibrahim mengingatkan kepada seluruh 56 Calon Guru Penggerak, kalau sekarang ini tidak boleh lagi ada siswa yang tinggal kelas karena tidak ikut ujian karena malas atau alasan lainnya.

“Di sinilah tugas dan fungsi guru, harus berupaya dengan menggunakan berbagai strategi dan metode pembelajaran dengan melibatkan orang tua dan masyarakat agar anak tetap naik kelas, karena siswa yang duduk di depan itu belum tentu berhasil, bisa saja siswa yang duduk di belakang yang ‘tukang pukul’ yang berhasil,” jelas Sekdisdik A Ibrahim. (**)

spot_imgspot_img

latest articles

explore more