Jeneponto, Berita-Kita | Pertades adalah sebutan lain dari “Pertashop” yang merupakan program kemitraan antara PT Pertamina (Persero) melalui Pertashop dengan Pemerintah Desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam hal penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis tertentu dan/atau BBM khusus penugasan yang beroperasi di wilayah Desa. Pertades dapat pula diartikan sebagai “Pertamina-Nya Desa”, “Pertashop-Nya Desa”, “Pertamini-Nya Desa”, atau “Pom Mini Desa”.

Program Pertashop masuk Desa atau Pertades ini merupakan hasil pengembangan dari program OVOO, yaitu One Village One Outlet. Program ini sebagai tindak lanjut dari kerjasama/MoU (Memorandum of Understanding) antara PT Pertamina dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Team Sitac Kabupaten Jeneponto, Juhaib dan Rudy Hamzah serta kepala Desa Bulo-Bulo Kec Arungkeke Kab Jeneponto, Asril Indrajaya mengunjungi Pimpinan Pondok Pesantren Mannilingi Bulo-Bulo, Harianto Toto guna membicarakan rencana pembangunan Pertades (Pertamina Desa), Sabtu (31/10/2020).

READ  Serahkan Bantuan, Bupati Enrekang Optimis Sulbar Segera Bangkit

Menindaklanjuti hasil pembicaraan pembangunan Pertades itu, Harianto yang akrab disapa Toto itu akan segera mengadakan rapat pembahasan dengan Koperasi Pondok Pesantren Mannilingi untuk membahas hal tersebut.

“Kami akan mengadakan rapat internal dgn para pengurus koperasi pondok pesantren Mannilingi, mudah-mudahan minggu ini sudah ada keputusan bersama,” ucap Toto.

Sementara Kades Bulo-Bulo, Asril Indrajaya mengapresiasi adanya program PERTADES (Pertamina Desa) yang diprogramkan oleh PT MTI (Mutiara Tekhnologi Indonesia) dan berharap dengan adanya PERTADES ini tentunya masyarakat mempunyai keuntungan tersendiri bagi warga desa, karena dengan hadirnya Pertades ini warga desa bisa mengakses BBM (bahan bakar minyak) dengan lebih mudah dan dekat dengan warga.

Pertades dari PT. MTI ini akan fokus pada bisnis BBM Ron 92-97 dan HSD non subsidi yg bekerjasama dengan BUMDes, yang mana Program ini bertujuan untuk mendorong setiap desa supaya kedepannya bisa menjadi desa yang mandiri, sehingga desanya mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. (jhb)