L-Kompleks Menduga Pembentukan TPF Kasus Jual Beli Jabatan Pada Pemprov Sulteng Guna Melindungi Kerabat Gubernur

75

Sulteng, Berita-Kita | Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Peduli Lingkungan Ekonomi Sosial (L-Kompleks) menduga Gubernur Rusdy Mastura menutup-nutupi dalang dari kasus dugaan jual beli jabatan di Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

“Pada saat sudah ramai, Gubernur dengan cepat membentuk tim pencari fakta, nah Kami Menduga pembentukan Tim ini hanya skenario saja agar si inisial RM yang merupakan kerabat dekat Gubernur tidak dijadikan tersangka” jelas Ruslan selaku Sekjen L-Kompleks, Selasa, (17/05/2022).

Menurutnya, bisa saja Gubernur terkena imbas dari skenario jual beli jabatan yang terjadi di Pemprov Sulteng dengan adanya kerabat dekat gubernur yang disebut sebut memiliki peran dalam skenario yang ada.

“Sebaiknya Gubernur terbuka saja karena itu bisa berimbas kepada dirinya, apalagi yang mau ditutupi sedangkan sudah jelas ada bukti transaksi dan alat bukti lainnya” jelas Ruslan.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah telah melakukan proses penyelidikan terkait kasus dugaan jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Polda Sulteng dalam hal ini Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulteng telah memeriksa lima orang saksi, yakni Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulteng, Kabid Pengembangan Promosi dan Penilaian Kinerja BKD Sulteng, Kepala Sub Bidang Pengembangan Promosi dan Penilaian Kinerja, serta Operator di BKD Sulteng. (rr)