Jeneponto, Berita-Kita | Dewan Perawakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jeneponto menggelar rapat paripurna tingkat II dengan agenda Pengesahan 1 Ranperda Pemkab dan 6 Ranperda inisiatif DPRD Jeneponto menjadi Perda, Jumat (15/01/2021).

Rapat yang dihadiri Bupati Jeneponto Iksan Iskandar, Unsur Forkopimda, beberapa Kepala OPD, Kabag Setda Jeneponto dan beberapa Kepala wilayah Kecamatan, berlangsung di ruang rapat paripurna Gedung DPRD Jeneponto, jalan Pahlawan Kelurahan Empoang Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto.

Rapat paripurna itu pun akhirnya ditunda, lantaran anggota DPRD Jeneponto yang hadir tidak memenuhi kuorum sesuai tata tertib DPRD.

“Rapat paripurna di tunda setelah dua kali di skorsing, pertama di skorsing selama 30 menit, di skorsing kedua 15 menit, namun karena tetap tidak kuorum akhirnya kita sepakati untuk ditunda,” kata Wakil Ketua I DPRD Jeneponto, Irmawati Zainuddin.

READ  L-Kompleks Siap Melaporkan Proyek Pembangunan Infrastruktur Dinas PUPR Jeneponto ke APH

Menurutnya, setelah skorsing kedua rapat paripurna dibuka kembali, jumlah anggota DPRD Jeneponto yang hadir hanya 24 orang.

“Yang tanda tangan diabsen terakhir sebanyak 24 orang, 2 unsur pimpinan dan 22 anggota, dimana sesuai Tatib rapat paripurna pengesahan Ranperda harus dihadiri 2/3 dari jumlah anggota DPRD Jeneponto, jadi yang harus hadir minimal 27 anggota DPRD,” jelas Irmawati.

Irmawati Zainuddin mengaku angat menyangkan ketidakhadiran anggota DPRD Jeneponto sehingga rapat paripurna ditunda.

“Saya menyayangkan hal ini terjadi, namun kan itu hak person anggota DPRD, ada yang sakit, ada yang tidak ada penyampaiannya,” ungkap Irmawati.

Dari pantauan terkini.id, Rapat Paripurna yang dibuka sekitar pukul 15.00 Wita, sempat berlangsung hingga pembacaan hasil pembahasan, namun saat akan disahkan dan pimpinan paripurna meminta persetujuan anggota DPRD Jeneponto yang hadir, anggota DPRD, Awaluddin Sinring melakukan Interupsi.

READ  L-Kompleks Siap Melaporkan Proyek Pembangunan Infrastruktur Dinas PUPR Jeneponto ke APH

Sesuai dengan absen, 16 anggota DPRD Jeneponto yang tidak hadir, dari partai PKB 1 orang yang tidak hadir, PKS 1 orang, dari partai Gerindra 6 orang, PPP 2 orang yang tidak hadir, PDIP 1 orang, Demokrat 1 orang, Nasdem 2 orang, Berkarya 1 orang dan Golkar 1 orang serta Hanura 1 orang

Dari 16 tidak hadir di antaranya 4 orang anggota Bamus, padahal Bamus yang menetapkan jadwal rapat paripurna. (**)

sumber: makassar.terkini