Jeneponto – Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, membuka Pelatihan dan Pembinaan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan Ketua Kader Posyandu se-Kabupaten Jeneponto terkait validasi dan pengukuran ulang serentak balita keluarga risiko stunting (KRS) dan stunting di Ruang Pola Kantor Bupati Jeneponto, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan yang dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Jeneponto, Dr. Hj. Syusanty A. Mansyur, serta Kepala Dinas P2KB Jeneponto, Dr. St. Meriam, ini diikuti 1.528 peserta, terdiri atas 927 anggota TPK dan 602 Ketua Kader Posyandu.
Sebanyak 200 peserta TPK mengikuti kegiatan secara luring, sementara 727 peserta TPK dan seluruh Ketua Kader Posyandu mengikuti secara daring.
Pelatihan ini menjadi persiapan pelaksanaan pengukuran ulang (remeasurement) balita stunting dan keluarga risiko stunting yang dijadwalkan mulai 17 Juni 2026.
Kegiatan tersebut juga merupakan implementasi aksi perubahan GESIT DATA PRESISI (Gerakan Sistemik Integrasi Validasi Data Keluarga Risiko Stunting dan Stunting untuk Kebijakan Presisi) guna memperkuat validasi dan pemutakhiran data sebagai dasar kebijakan penanganan stunting.
Dalam sambutannya, Bupati Paris Yasir menegaskan pentingnya data yang valid dan akurat. “Data yang akurat akan menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran. Karena itu, saya berharap seluruh TPK dan kader Posyandu mengikuti prosedur pengukuran yang telah ditetapkan agar hasilnya benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga berdialog dengan peserta. Sekitar 15 kader dan anggota TPK menyampaikan berbagai kendala dan masukan terkait pendataan, pengukuran balita, hingga edukasi keluarga sasaran yang akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Jeneponto berharap pelaksanaan validasi data dan pengukuran ulang serentak dapat berjalan optimal untuk menghasilkan data stunting yang presisi demi mendukung percepatan penurunan stunting di daerah.
(DL)




