Berita-Kita.com | Jeneponto – Pemerintah Kabupaten Jeneponto mematangkan langkah percepatan penurunan stunting menjelang pelaksanaan survei stunting Agustus 2026 melalui penguatan koordinasi dan validasi data lintas sektor.
Komitmen itu ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting yang dipimpin Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, di Ruang Rapat Bupati Jeneponto, Jumat (5/6/2026).
Dalam arahannya, Paris Yasir menegaskan penanganan stunting menjadi program prioritas daerah yang membutuhkan sinergi seluruh pihak serta dukungan data yang valid agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran.
“Penurunan stunting membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh pihak. Data yang valid menjadi dasar penting dalam menentukan langkah intervensi yang efektif,” ujar Paris Yasir.
Bupati juga menekankan pentingnya pemadanan data stunting dengan data kependudukan milik Dinas Dukcapil untuk memastikan sasaran intervensi teridentifikasi secara akurat.
Kepala Dinas Dukcapil Jeneponto, Dr. Mustaufiq, mengatakan data stunting telah dikirim ke Direktorat Jenderal Dukcapil Kemendagri dan kini menunggu proses validasi.
“Insya Allah dalam dua minggu ke depan akan segera kami tindak lanjuti sehingga dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan yang lebih akurat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Jeneponto, Dr. Alfian Afandy Syam, mengungkapkan pemerintah daerah akan melaksanakan pengukuran serentak pada 17 Juni 2026 di seluruh wilayah Jeneponto sebagai bagian dari validasi dan pemutakhiran data anak terindikasi stunting.
Hasil pengukuran tersebut nantinya akan menjadi dasar penentuan langkah intervensi penanganan stunting sepanjang 2026 sekaligus persiapan menghadapi survei stunting Agustus mendatang.
(DL)




