Warga Ujung Tanah Kepung RS Bhayangkara Makassar, Akibat Korban Salah Tembak Meninggal dan Divonis Covid-19

Makassar, Berita-Kita | Sekelompok Warga kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mengepung Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (30/08/2020).

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, aksi pengepungan berawal dari kabar burung yang diterima masyarakat, bahwa korban yang meninggal akibat diduga salah tembak dan divonis positif covid-19.

Adapun kejadian salah tembak yang terjadi kemarin, bermula saat Oknum Polisi menyamar berpakaian preman hendak menggeledah warga yang diduga pelaku aksi kekerasan, pada 26 Agustus lalu.

Saat proses penggeledahan hendak dimulai, warga meminta agar Oknum Polisi menunjukkan Surat Tugas ataupun Kartu Tanda Anggota, akan tetapi Oknum Polisi tidak mampu menunjukkan. Merasa dalam keadaan terdesak, Oknum Polisi mengeluarkan badik dan melukai sejumlah warga. Keadaannya semakin ricuh ketika Oknum Polisi tersebut di massa masyarakat.

READ  Tindak Lanjuti SE Walikota, Beni Iskandar Sosialisasikan Ojol ke Karyawan PDAM Makassar

Gambar CCTV

Lebih jauh, Keluarga korban menjelaskan, setelah dikeroyok oleh massa, Oknum Polisi berhasil kabur dan kembali membawa senjata yang diduga kuat adalah softgun, mengeluarkan tembakan secara membabi-buta, melukai tiga orang warga dan yang paling parah didapati oleh AJ (23), terkena bagian kepala dan meregang nyawa.

Adapun korban penembakan yaitu AJ (23), IQ (23) dan AM (18), ketiga Pemuda ini diketahui adalah warga Barukang.

“Di saat ini, dia di massa begitu sama masyarakat, dia tidak bawa senjata, di saat dia balik kenapa ada senjata lagi?, itu yang perlu kita ketahui semua, itu bahkan bukan senjata Polisi yang dibawa itu, tapi softgun, karena jika peluru Polisi sudah dari tadi malam dia meninggal,” Jelas salah satu keluarga korban.

READ  Tindak Lanjuti SE Walikota, Beni Iskandar Sosialisasikan Ojol ke Karyawan PDAM Makassar

Bukan hanya senjata yang diduga kuat adalah softgun, akan tetapi pihak kepolisian juga menembakkan gas airmata sehingga membuat seorang bayi waktu itu kesulitan dalam bernafas beberapa saat.

Dari rekaman video yang tersebar, pihak Kepolisian mengeluarkan tembakan sekitar 14 kali letusan pada saat memburu para massa yang diduga mengeroyok petugas kepolisian.

Dari pihak Kepolisian sendiri juga terkena dampak akibat kericuhan yang terjadi sekitar pukul satu hingga pukul tiga dini hari.

Melalui penyampaian Kapolsek Ujung Tanah, personil Bripka Usman personil Reskrim Polsek Ujung Tanah mengalami luka gores bagian tangan kiri, luka gores bagian punggung belakang dan luka memar (bengkak) akibat lemparan batu.

READ  Tindak Lanjuti SE Walikota, Beni Iskandar Sosialisasikan Ojol ke Karyawan PDAM Makassar

Sementara Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP, Kadarislam menyampaikan kepada wartawan, sudah ada enam orang personilnya yang diperiksa oleh Propam Polda Sulsel. (fhr)

Related Posts

Stay Connected

20,831FansSuka
3,868PengikutMengikuti
19,000PelangganBerlangganan
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Recent Stories