Klarifikasi Kadisdik Sigi Terkait Pencatutan Namanya Dalam Kasus Dugaan Penipuan

196

Sigi-Sulteng, Berita-Kita | Kepala Dinas Pendidikan (Dikjar) Kabupaten Sigi, Anwar menepis soal adanya oknum yang mengaku sebagai keluarga dalam modus dugaan penipuan yang sudah diproses hukum.

Dalam keterangannya, saat dihubungi media Anwar, S.Sos, MM menjelaskan jika oknum yang mengaku sebagai keluarga dirinya untuk meminta sejumlah uang kepada korban merupakan hal yang tidak benar.

Kadisdik menegaskan jika oknum yang dimaksud bukanlah keluarga dan tidak pernah sama sekali menyuruh oknum itu untuk meminta uang kepada siapapun.

“Oh kalau kenal Iya, tapi bukan keluarga, kalau istrinya yang bersangkutan kerabat bukan keluarga dan demi Allah saya tidak ada minta uang saya tidak suka yang begitu-begitu” jelas Anwar, Sabtu (04/06/2022).

See also  L-Kompleks Laporkan Dugaan Tindak Pidana Korupsi Proyek Belanja Modal Bangunan Gedung dan Tempat Kerja TA 2021

Sebelumnya Kasus pencatutan nama 01 Dikjar Sigi tersebut terungkap setelah adanya korban yang melaporkan oknum DA ke Polres Sigi dengan laporan dugaan penipuan dengan nomor : STTLP/IV/2022/SPKT-I/Polres Sigi
dengan menyerahkan beberapa barang bukti SC WhatsApp oknum DA yang mengaku sebagai Keluarga Kadisdik dan meminta sejumlah uang untuk keperluan Intertaint Kadisdik Sigi serta perjanjian oknum DA yang mengaku sebagai pemilik perusahaan.

korban yang saat dikonfirmasi media menjelaskan bahwa chat oknum DA itu merupakan awal dari pemberian modal untuk pekerjaan di lingkup dinas pendidikan Sigi tepatnya di Sekolah sekolah yang ada di Kabupaten Sigi.

“Awalnya kita memberikan 5 juta transfer sesuai dengan permintaan nya untuk digunakan 01 Dikjar dan kemudian terus berlanjut pemberian uang hingga total ada puluhan juta rupiah yang kita keluarkan dan itu juga melalui perjanjian yang di tanda tangani oknum DA yang juga mengaku sebagai pemilik perusahaan yang mendapat pekerjaan itu”, jelas korban kepada media, Jum’at (03/06/2022).

See also  L-Kompleks Laporkan Dugaan Tindak Pidana Korupsi Proyek Belanja Modal Bangunan Gedung dan Tempat Kerja TA 2021

Korban baru merasa ditipu setelah pihak perusahaan yang diakui milik pelaku menyurati korban secara resmi dan menegaskan bahwa pelaku bukan pemilik perusahaan dan bukan bagian dari perusahaan dengan menyertakan bukti dokumen perusahaan kepada korban.

“Kita baru sadar sudah kena tipu sehabis terima surat dari perusahaan yang di cap oleh DA sebagai perusahaannya dan kita semakin kaget setelah ditemui langsung pemilik perusahaan yang sebenarnya”, tambahnya.

“Setelah itu kita inisiatif menagih uang yang telah diambil oleh oknum DA namun slalu beralasan sampai diapun menyebut dalam chat WhatsApp ke kami bahwa dia adalah keluarga Kepala Dikjar Sigi”, Tutup korban. (rr)