Kasus Dugaan Penipuan Dan Penggelapan Akhirnya Bergulir Ke Bidpropam Polda Sulsel

174

Makassar, Berita-Kita | Kasus Penipuan dan Penggelapan sebagaimana yang dimaksud pada pasal 372 dan 378 KUHP yang dialamatkan pada Muhammad Arfat Wahab dan menyebabkan Polsek Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba menahan Muhammad Arfat Wahab meski ada surat perjanjian kedua belah pihak (peminjam dan meminjamkan). Padahal keduanya telah melakukan kesepakatan secara tertulis dan disaksikan masing-masing saksi.

“Ini sudah ada kesepakatan kedua belah pihak untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Namun, si pelapor (Zainuddin) tidak mengindahkan itu dan melakukan pelaporan tindak pidana penipuan. Padahal kesepakatan yang dibangun itu Arfat Wahab ingin melaksanakan,” kata salah satu Kerabat Arfat Wahab, Sudirman, kepada media, Kamis (17/02/2022).

Sudirman menjelaskan, awal mula kasus tersebut hanya sebatas peminjaman sementara. Dimana, Arfat Wahab melakukan peminjaman dana ke Zainuddin senilai Rp 43 juta dengan tujuan mengurus proyek. Namun, proyek tersebut tidak lolos/goal, sehingga Arfat Wahab berstatus meminjam ke Zainuddin.

“Kami pegang kok surat perjanjian kedua belah pihak terkait penyelesaian kasus ini dan ditandatangani dua orang saksi,” ucapnya.

Sudirman mengakui jika pihaknya telah melakukan pembayaran bunga kepada Zainuddin kisaran Rp8 juta dan itu ada buktinya. Bahkan, kerabatnya juga ingin memberikan sebagian dari total pinjaman sebesar Rp10 jt. Namun, Zainuddin menolak dan meminta Rp 30 juta untuk pembayaran awal.

“Niat kami kan sudah baik dan ingin menyelesaikan sedikit demi sedikit utang kerabat kami dan merealisasikan kesepakatan yang dibangun kedua belah pihak. Tapi Zainuddin tidak menginginkan dan memproses kasus ini di kepolisian” akunya.

Ia pun menambahkan, poin penting dalam surat perjanjian kedua belah pihak adalah apabila pihak peminjam tidak melunasi hutang pertanggal 31 Desember 2021 maka peminjam akan memberikan hak sewa tanah milik peminjam dan satu unit sepeda motor jenis metik.

“Kami mau mengindahkan perjanjian dan memberikan hak sewa tanah milik peminjam serta satu unit sepeda motor jenis metik sebagai jaminan tapi tidak diindahkan Zainuddin padahal ini sudah menjadi kesepakatan bersama dan dilengkapi tanda tangan,” tandasnya.

Menindak lanjuti hal itu, Sudirman selaku kerabat Muhammad Arfat Wahab akhirnya mengambil langkah hukum lainnya dengan melaporkan kasus ini ke Bidpropam Polda Sulsel terkait dugaan pelanggaran disiplin atau kode etik profesi polri atas tindakan tidak profesional, proporsional dan prosedural yang diduga dilakukan oleh Kanit Reskrim polsek Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba.

Laporan ke Bidpropam Polda Sulsel tersebut teregister dengan Nomor: STPL/5-B/II/2022/Bidpropam yang dilaporkan tertanggal 04 Februari 2022 dan diterima oleh Ipda Hendra W. (rr)