Sulteng, Berita-Kita | Lembaga Komunitas Peduli Lingkungan Ekonomi Sosial L-Kompleks mendapati dugaan penipuan dalam Proyek Central Bussines District (CBD) di Palu Sulawesi Tengah.
Proyek yang digarab PT. Pembangunan Sulteng itu, diduga tidak memiliki anggaran yang disebut dari investor, sehingga perusahaan-perusahaan mitranya yang telah menyetor uang kesungguhan yang berkisar ratusan juta berikut materialnya yang telah di stok merasa dirugikan.
Salah satu kontraktor yang merasa telah rugi dan merasa ditipu yakni H. Pagal Kato menjelaskan bahwa dirinya selaku sub kontraktor telah mengeluarkan anggaran sendiri guna melaksanakan pembersihan lahan, pemagaran serta pembersihan gedung lama hingga pelaksanaan peletakan batu pertama oleh gubernur yang lalu Longki Djangaola, Senin (01/11/2021).
Tidak hanya itu saja, H.Pagal juga membeberkan jika biaya gambar disain gedung dan biaya IMB Gedung CBD tersebut dibayar olehnya dan di transfer ke rekening perusda PT. Bumi Pembangunan Sulteng dua ratus juta dan ratusan juta dana lainnya dengan bukti yang lengkap.
“Saya yang bayar IMB, Gambar Disain dan lainnya yang saya transfer Rp.200 Juta ke rekening PT. Bumi Bangunindo dan anggaran lainnya”, Ungkap H. Pagal.
Setelah seluruh tahapan pekerjaan telah diselesain mulai dari pembersihan gedung pemagaran dan yang lainnya, PT. Luminos malah enggan untuk membayar sedangkan dalam kontrak kerja dengan PT. Bumi Bangunindo Sulteng mereka ada anggaran siap sebesar Rp. 50 Miliar sehingga para sub kontraktor tergiur untuk bergabung dalam proyek CBD Sulteng.
Sementara itu Dirut Perusda PT. Bumi Bangunindo, DR. Suaif Djafar saat di konfirmasi via seluler tidak ada satupun nomor yang aktif / online. (arhas)




