spot_imgspot_img
25 C
Makassar
spot_imgspot_img
BerandaPendidikanPenjara Hanya Mengurung Badan Buka Pikiran

Penjara Hanya Mengurung Badan Buka Pikiran

Makassar, Berita-Berita | Penjara hanya mengurung badan bukan pikiran. Hanya membelenggu raga namun tidak ‘mematikan’ semangat untuk berkarya. Ungkapan ini nampaknya benar tergambar jelas dalam pelaksaan pelantikan dan pengukuhan majelis pembimbing gugus (Mabigus) serta pengurus Gudep Rutan Makassar, Kamis (25/03/2021).

Diakhir kegiatan warga binaan yang tergabung dalam kegiatan Pramuka unjuk kebolehan dengan penampilan Latihan Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB) sera gerakan kreatif.

Perlahan namun pasti, mengikuti alunan musik tampak warga binaan begitu kompak dalam gerakan serta ketangkasan baris berbaris. Sepanjang penampilan, para hadirin tak henti-henti berteriak riuh serta berdecak kagum tanda mulai ‘terbius’ dengan kebolehan peserta Pramuka.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨


Hal ini secara tidak langsung menjadi bukti ‘keberhasilan’ Rutan Makassar dalam memberdayakan warga binaan. Angga Satrya, Kepala Sub Seksi Bantuan Hukum dan Penyuluhan yang ditemui di akhir acara pun terlihat begitu bangga akan penampilan dari anggota Pramuka yang selama ini menjadi salah satu program pembinaan yang dibawahinya.

‘Secara pribadi saya sangat bangga, apalagi latihan bagi anggota Pramuka cukup mepet dengan beberapa kekurangan. Namun penampilan mereka tadi membayar semua kerja keras beberapa minggu kebelakang.’ Ujar Angga bangga.

Yah menyaksikan secara langsung penampialan warga binaan, juga membuat penulis secara pribadi semakin bangga akan pekerjaan sebagai abdi pemasyarakatan dari balik jeruji. Pola pembinaan yang di atur jelas dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995, menjadi landasan yang perlahan mulai membaharui sistem ‘penjara’.

Usai tampil menghibur, beberapa warga binaan anggota Pramuka pun tak kuasa membendung haru. Saling berangkulan, tersenyum puas, hingga tergambar jelas rasa bangga dari sorotan matanya.

Mungkin ini hanya sedikit dari pembuktian diri tentang sesal dan karya dalam versi mereka masing-masing. Apapun itu kami percaya setiap manusia selalu punya dan berhak diberi kesempatan kedua. (**)

spot_imgspot_img

latest articles

explore more