Berita-Kita.com | Bupati Jeneponto H. Paris Yasir meminta aparatur sipil negara meningkatkan disiplin dan kinerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Pesan itu disampaikan saat menjadi inspektur upacara Hari Kesadaran Nasional yang dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Upacara Kantor Bupati Jeneponto, Senin (17/2026).
Upacara diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Jeneponto, ASN, serta peserta lainnya. Kegiatan berlangsung khidmat dan tertib.
Dalam upacara tersebut, Paris Yasir membacakan sambutan Gubernur Sulawesi Selatan yang memaparkan sejumlah indikator pembangunan daerah.
Ekonomi Sulawesi Selatan pada triwulan II 2026 disebut tumbuh 5,59 persen. Angka kemiskinan berada di level 7,24 persen, yang disebut sebagai posisi terendah dalam lima tahun terakhir.
Tingkat Pengangguran Terbuka juga turun menjadi 4,66 persen. Sementara Gini Ratio Sulawesi Selatan pada 2025 tercatat 0,350.
Sambutan itu juga menyoroti program pemerintah di sejumlah sektor. Di bidang pertanian, sebanyak 7.300 ton benih unggul disalurkan untuk sekitar 300 ribu hektare sawah. Pemerintah juga menyalurkan lebih dari 10 ribu unit alat dan mesin pertanian.
Intervensi terhadap dampak El Nino dan kekeringan dilakukan melalui 300 titik pompanisasi, dengan target pembangunan 100 unit sumur bor.
Di bidang pendidikan, pemerintah mengalokasikan Rp700 miliar untuk revitalisasi 270 sekolah pada 2025 dan 120 sekolah pada 2026. Sulawesi Selatan juga menjadi salah satu lokasi pembangunan Sekolah Rakyat dengan nilai investasi yang disebut mencapai Rp2,2 triliun.
Setelah membacakan sambutan gubernur, Paris Yasir mengapresiasi panitia dan seluruh jajaran yang terlibat dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Jeneponto.
Menurut dia, kesederhanaan konsep kegiatan tidak mengurangi antusiasme masyarakat. Ia mencontohkan Jalan Sehat Bahagia yang mendapat sambutan meriah.
“Walaupun dilaksanakan dengan kesederhanaan, kita patut bersyukur karena masyarakat dapat menikmati rangkaian kegiatan dengan penuh kebahagiaan,” kata Paris.
Namun, bagi Paris, peringatan kemerdekaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus diterjemahkan menjadi penguatan hubungan pemerintah dan masyarakat, termasuk melalui peningkatan kualitas pelayanan publik.
Karena itu, ia secara khusus menyoroti kinerja ASN. Paris meminta aparatur yang belum bekerja optimal segera melakukan evaluasi.
“Jangan sampai ada aparatur yang tidak bekerja dengan baik. Setiap tugas dan tanggung jawab harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh karena kita hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Paris menekankan budaya kerja profesional, disiplin, dan berintegritas. Menurut dia, kebijakan dan anggaran tidak akan cukup menopang pembangunan apabila tidak diikuti kualitas aparatur yang menjalankannya.
Hari Kesadaran Nasional sekaligus HUT ke-81 RI, kata dia, harus menjadi momentum bagi ASN Jeneponto untuk memperkuat pengabdian, meningkatkan kinerja, dan memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih baik.




