Makassar, Berita-Kita | Pihak SMAN 14 Makassar memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang beredar mengenai biaya paket seragam sekolah yang disebut mencapai Rp1,9 juta dan dinilai memberatkan orang tua peserta didik baru.
Wakil Kepala SMAN 14 Makassar Bidang Kesiswaan yang juga Ketua Panitia Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), Dra. Nirwati Rauf, menegaskan bahwa informasi yang beredar di masyarakat tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
“Informasi yang beredar tidak semuanya benar. Kami merasa perlu memberikan penjelasan agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan tidak menimbulkan kesalahpahaman,” ujar Nirwati saat dikonfirmasi, Kamis (9/7/2026).
Menurut Nirwati, pengadaan seragam sekolah dilakukan melalui koperasi sekolah dan tidak bersifat wajib. Orang tua tetap diberikan kebebasan untuk menentukan pilihan sesuai dengan kemampuan masing-masing.
“Seragam memang disediakan melalui koperasi sekolah untuk memudahkan orang tua. Namun tidak ada paksaan untuk membeli di koperasi. Bahkan apabila ada orang tua yang menyampaikan ingin menggunakan seragam milik kakaknya yang masih layak pakai, kami selalu menjawab, ‘Silakan.’ Kami tidak pernah melarang,” jelasnya.
Ia juga membantah anggapan bahwa sekolah mempersulit orang tua dalam memenuhi kebutuhan seragam. Menurutnya, pihak sekolah justru memberikan berbagai kemudahan, termasuk sistem pembayaran secara bertahap.
“Kami juga memberikan kesempatan kepada orang tua untuk mengangsur pembayaran seragam sehingga tidak memberatkan. Tujuan kami adalah membantu, bukan membebani,” katanya.
Nirwati menambahkan, hingga saat ini pihak sekolah belum menerima keluhan resmi dari orang tua siswa terkait pengadaan maupun harga paket seragam.
“Sampai hari ini tidak ada orang tua yang menyampaikan komplain secara resmi kepada kami mengenai seragam sekolah. Karena itu kami berharap masyarakat tidak langsung mempercayai seluruh informasi yang beredar tanpa melakukan konfirmasi kepada pihak sekolah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa SMAN 14 Makassar selalu berupaya mengedepankan komunikasi yang baik dengan orang tua peserta didik dan berkomitmen memberikan pelayanan pendidikan yang mengutamakan prinsip transparansi serta kebersamaan.
“Kami terbuka terhadap setiap masukan dan kritik yang membangun. Apabila ada hal-hal yang perlu diklarifikasi, kami sangat menghargai jika terlebih dahulu dikonfirmasi kepada pihak sekolah agar informasi yang disampaikan kepada publik benar-benar berimbang dan sesuai fakta,” tutup Nirwati. (**)




