Makassar, Berita-Kita | Mulawarman pemerhati sosial, mengecam Prof Yusran Pj Walikota Makassar yang dinilainya, telah secara terbuka dan terang-terangan ke publik mempermalukan Satpol PP bawahannya.

Dengan dia (Pj Walikota Makassar) mengundang secara khusus pemilik Toko Agung ke Kantor Walikota untuk ditawari izin untuk buka kembali Toko Agung, jelas menjatuhkan wibawa Satpol PP dan itu jelas sama dengan mempermalukan Satpol PP di depan publik Makassar atau rakyat Makassar,” kata Mulawarman yang dihubungi Selasa pagi via telepon genggamnya.

Menurut Mulawarman, Yusran seperti mencibir anak buahnya, bahwa kamu Satpol PP salah menutup Toko Agung. Padahal publik tau, Satpol PP telah bertindak benar dalam menegakkan aturan Perwali 22/2020 tentang PSBB Makassar menutup Toko Agung. Toko alat tulis ini, tutur Mulawarman mengungkapkan, telah 3 kali membandel melannggar aturan Perwali 22 Makassar itu, sehingga Satpol PP sesuai Perwali 22 itu melakukan upaya paksa menutup toko yang letaknya di Jalan Ratulangi tepat di depan Mari Mall Makassar itu.

Wartawan senior ini, kemudian mempertanyakan alasan atau motiv pemanggilan secara khusus pemilik toko Agung dan penawaran pemberian izin buka toko itu. “Apa istimewahnya pemilik Toko Agung diundang khusus ke Kantor Walikota dibanding dengan pemilik warung pinggiran dan pemilik lapak di kaki lima yg patuh diminta tutup selama PSBB Makassar,” sambung Mulawarman.

Kalau alasan dengan dibukanya kembali Toko Agung, toko alat tulis itu akan kembali menggairahkan ekonomi sehingga toko itu bisa kembali berkontribusi pada ekonomi Makassar, menurut Mulawarman yang alumni Fakultas Ekonomi Unhas ini, adalah alasan yang bisa dilkatakan mengada-ada. Karena Toko Agung yg jualannya alat tulis, tutur pria bertubuh kecil ini, tidak memiliki kekuatan untuk 2 hal itu.

See also  Tes PPPK Guru Hari Pertama di SMKN 10 Makassar Berjalan Lancar

“Kekuatan Toko Agung mendorong kegairahan ekonomi di Makassar dan berkontribusi pada perekonomian Makassar, saya pastikan tidak terbaca di survei ekonomi tahunan BPS. Sehingga tidak bisa diketahui ada atau tidak kontribusi Toko Agung pada perekonomian khususnya pertumbuhan ekonomi Makassar,” tutur Mulawarman.

Berbeda dengan ratusan lapak kakilima dan warung-warung pinggiran jalan di Makassar yang patuh pada Perwali 22/2020 Makassar, jelas peran besarnMulawarman pemerhati sosial, mengecam Prof Yusran Pj Walikota Makassar yang dinilainya, telah secara terbuka dan terang-terangan ke publik mempermalukan Satpol PP bawahannya.

“Dengan dia (Pj Walikota Makassar) mengundang secara khusus pemilik Toko Agung ke Kantor Walikota untuk ditawari izin untuk buka kembali Toko Agung, jelas menjatuhkan wibawa Satpol PP dan itu jelas sama dengan mempermalukan Satpol PP di depan publik Makassar atau rakyat Makassar,” kata Mulawarman yang dihubungi Selasa pagi via telepon genggamnya.

Menurut Mulawarman, Yusran seperti mencibir anak buahnya, bahwa kamu Satpol PP salah menutup Toko Agung. Padahal publik tau, Satpol PP telah bertindak benar dalam menegakkan aturan Perwali 22/2020 tentang PSBB Makassar menutup Toko Agung. Toko alat tulis ini, tutur Mulawarman mengungkapkan, telah 3 kali membandel melannggar aturan Perwali 22 Makassar itu, sehingga Satpol PP sesuai Perwali 22 itu melakukan upaya paksa menutup toko yang letaknya di Jalan Ratulangi tepat di depan Mari Mall Makassar itu.

See also  Tes PPPK Guru Hari Pertama di SMKN 10 Makassar Berjalan Lancar

Wartawan senior ini, kemudian mempertanyakan alasan atau motiv pemanggilan secara khusus pemilik toko Agung dan penawaran pemberian izin buka toko itu. “Apa istimewahnya pemilik Toko Agung diundang khusus ke Kantor Walikota dibanding dengan pemilik warung pinggiran dan pemilik lapak di kaki lima yg patuh diminta tutup selama PSBB Makassar,” sambung Mulawarman.

Kalau alasan dengan dibukanya kembali Toko Agung, toko alat tulis itu akan kembali menggairahkan ekonomi sehingga toko itu bisa kembali berkontribusi pada ekonomi Makassar, menurut Mulawarman yang alumni Fakultas Ekonomi Unhas ini, adalah alasan yang bisa dilkatakan mengada-ada. Karena Toko Agung yg jualannya alat tulis, tutur pria bertubuh kecil ini, tidak memiliki kekuatan untuk 2 hal itu.

“Kekuatan Toko Agung mendorong kegairahan ekonomi di Makassar dan berkontribusi pada perekonomian Makassar, saya pastikan tidak terbaca di survei ekonomi tahunan BPS. Sehingga tidak bisa diketahui ada atau tidak kontribusi Toko Agung pada perekonomian khususnya pertumbuhan ekonomi Makassar,” tutur Mulawarman.

See also  Tes PPPK Guru Hari Pertama di SMKN 10 Makassar Berjalan Lancar

Berbeda dengan ratusan lapak kakilima dan warung-warung pinggiran jalan di Makassar yang patuh pada Perwali 22/2020 Makassar, jelas peran besarnya menggairahkan ekonomi rakyat Makassar, selain karena omsetnya yang besar karena jumlahnya yang ratusan, juga karena menyerap tenaga kerja yang ratusan tenaga kerja informal. “Satu warung pinggir jalan saja, seperti warung Seafood Mas Joko di Jalan Pettarani, tenaga kerja yang dipakenya mencapai 8 orang. Hampir sama dengan jumlah tenaga kerja Toko Agung di Ratulangi itu,” sambung Mulawarman.

Diungkapkan Mulawarman, bahwa hampir semua ekonom mengakui peran lapak kaki lima dan warung pinggiran jalan, memiliki peran besar menggairahkan perekonomian perkotaan dan berkontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi perkotaan.

Sehingga seharusnya, tambah Mulawarman, Yusran seharusnya lebih memilih mengundang khusus pedagang kakilima dan warung pinggir jalan itu, sebagai bentuk apresiasi positif Yusran ke mereka yang telah patuh pada pelaksanaan Perwali 22 atau PSBB.

“Kok tukang labrak aturan yang diundang khusus dan diberi izin lagi. Aneh kan, makanya kepada siapapun yang berhak menyelediki apa sedang terjadi di kantor walikota dan sekitar Pj Walikota, harap dicari tau udang dibalik undangan khusus Yusran ke pemilik Toko Agung itu” kata Mulawarman.

Kepada Yusran, Mulawarman mengaku ingin mengingatkan, pimpinan yang sukan menyalahkan dan mempermalukan bawahannya, bukan pemimpin. Tetapi preman yang menyamar jadi pemimpin.

“Sebagai sesama alumni Unhas, saya berharap. Yusran mengembalikan wibawa Satpol Makassar di mata publik Makassar,” kata Mulawarman. (**)