Guru SMAN 23 Makassar Diduga Melanggar Netralitas ASN, Terlibat Politik Praktis

Makasar, Berita-Kita | Jajaran Dinas Pendidikan Sulsel tak henti di terpa ‘badai’ dan datang silih berganti hal itu terjadi di sejumlah sekolah, sebelumnya yang hangat adalah aksi demo siswa beberapa pekan lalu di SMAN 17 Makassar hingga terbaru SMAN 20 Makassar dengan aksi serupa dan diharapkan agar masalah tersebut tidak terulang lagi.

Bukan hanya itu, di SMAN 23 Makassar cobaan juga datang bertubi-tubi, yang terkini, adalah dugaan oknum guru berinisial ‘A’ di sekolah tersebut malah melanggar netralitas ASN dalam politik praktis.

Berdasarkan data yang diperoleh JagadNews telah beredar kartu caleg serta aksesoris berupa korek yang berlogo caleg dan partai diduga beredar di lingkup SMAN 23 Makassar.
Seperti foto yang beredar kartu caleg tersebut tertulis berinisial ‘MH’ yang konon Caleg DPRD Sulsel dari salah satu partai pendatang baru, kartu caleg tersebut terlihat berserakan di atas meja yang diduga ruang KTU SMAN 23 Makassar.

READ  Hari Bumi Sedunia, SMAN 10 Pangkep Tanam Pohon Dilingkungan Sekolah

Sejumlah pihak menilai bahwa, keterlibatan ASN dalam politik praktis akan berdampak hukum dan bisa merusak karier serta tatanan pendidikan yang bisa berakibat fatal terhadap kepala sekolah.

Kepala SMAN 23 Makassar Dr.Syahruddin yang dikonfirmasi JagadNews rabu 7 Pebruari 2024 kemarin di kantin Disdik Sulsel tidak menampik hal itu.

Menurutnya, setelah mendengar info dari wartawan kami kaget seolah tidak percaya.
Setelah itu, kami langsung memanggil oknum guru yang dimaksud dan menyampaikan agar cara seperti itu dihentikan dan jangan diulangi karena akan merusak kita semua, terutama dunia pendidikan.

Dr.Syahruddin menambahkan bahwa, caleg yang dimaksud itu konon adalah saudara iparnya oknum guru berinisial A tersebut.

Saat dikonfirmasi hari ini, oknum guru SMAN 23 Makassar berinisial “A” dia tidak membantahnya.

READ  Hari Bumi Sedunia, SMAN 10 Pangkep Tanam Pohon Dilingkungan Sekolah

“Kartu caleg itu benar milik kakak saya, itupun saya kasi ke teman karena mereka yang minta dan oleh kepala sekolah itu dianggap keliru sehingga saya telah dipanggil dan ditegur,” tulisnya melalui WA.

Soal nama caleg dan partai oknum “A” mengatakan adaji itu di kartu nama yang di foto orang, tulisnya lagi. (yun/**)

Related Posts

Stay Connected

20,831FansSuka
3,868PengikutMengikuti
19,000PelangganBerlangganan
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Recent Stories