Makassar, Berita-Kita | Dewan Pengurus Pusat Lembaga Komunitas Anti Korupsi (DPP L-KONTAK) siap melaporkan dugaan adanya perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait pelaksanaan pekerjaan Review Design Jembatan Muna-Buton yang dilaksanakan oleh PT. Yodya Karya.

Iswandi, Ketua Umum DPP L-KONTAK mengatakan, jika PT. Yodya Karya sebagai pemenang melaksanakan kegiatan tersebut tanpa adanya acuan sebelumnya.

“PT. Yodya Karya sementara melaksanakan pekerjaan tersebut tanpa didasari dengan Soft Copy Design sebelumnya,” Katanya.

Dia menambahkan, Review Design Jembatan Muna-Buton telah dilaksanakan sebelumnya oleh PT. Jasakons pada Tahun Anggaran 2012.

“Kami hingga saat ini sudah memiliki beberapa bukti untuk dilaporkan diantaranya Berita Acara hasil presentasi Jembatan Muna-Buton oleh Dirjen Bina Marga dan Surat undangan Wind Tunnel Test dr Ontario University Kanada,” tambahnya.

See also  Angka Positif Covid-19 Menurun, Kota Palu Persiapkan Sekolah Tatap Muka

Lanjut Iswandi, Perencanaan DED Pembangunan jembatan Muna-Buton tahun 2012
Dilelangkan kembali pada Tahun 2019 dengan nama Review Desain Jembatan Muna-Buton yang dimenangkan oleh PT Yodya Karya yang sementara dikerjakan desainnya.

“Poin fokus kami kata REVIEW pada judul tersebut menandakan bahwa ada desain sebelumnya yang mereka REVIEW,” Jelasnya.

Iswandi juga mempertanyakan jika soft copy desain tahun 2012 tersebut diperoleh dari siapa?

“Kami meyakini, jika hingga kini Yodya Karya tidak punya soft copy untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Artinya, Yodya Karya bekerja atasnama kontrak yang tidak memenuhi unsur yang dimaksud. Bisa saja kemudian PT. Yodya Karya membuat desain baru, tetapi kata Review dari Judul Paket tersebut mestinya ikut direvisi sebelumnya,” Ungkapnya.

See also  Dugaan Maladministrasi Pendirian SMAN 24 Makassar

Iswandi berharap, agar baik Pengguna Anggaran, maupun Penyedia Jasa, hati-hati dalam mrlaksanakan kegiatan tersebut karna menurutnya, bisa saja hal tersebut tidak sesuai yang termuat dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK).

“Kami sudah melakukan klarifikasi ke pihak PT. Yodya Karya, Pak Fadly sebagai Kepala Wilayah yang kami temui mengatakan memang betul pihaknya belum memiliki Soft Copy yang dimaksud. Bahkan brrdasarkan informasi yang kami peroleh jika YK telah mengerjakan bor log, topografi di lokasi jembatan,” Tuntasnya. (**)